Medis
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Tekanan darah persisten ≥140/90 mmHg. Sering tanpa gejala, namun merupakan faktor risiko utama stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.
Gejala & tanda
- Mayoritas tanpa keluhan (silent killer).
- Pada tekanan sangat tinggi: sakit kepala berdenyut di tengkuk, pandangan kabur, mimisan, sesak napas.
Faktor risiko
- Asupan garam berlebih (>5 g/hari), obesitas, kurang aktivitas fisik, merokok, alkohol.
- Riwayat keluarga, usia >45 tahun, stres kronis, apnea tidur, penyakit ginjal.
Pemeriksaan penunjang
- Pengukuran tekanan darah berulang pada 2 kunjungan berbeda; idealnya dilengkapi pemantauan di rumah.
- Profil lipid, gula darah puasa, kreatinin/eGFR, urinalisis, EKG untuk menilai kerusakan organ target.
Tata laksana
- Modifikasi gaya hidup: pola DASH, batasi garam, aktivitas aerobik 150 menit/minggu, turunkan berat badan, berhenti merokok.
- Terapi obat sesuai resep dokter (mis. golongan ACE-inhibitor/ARB, CCB, diuretik tiazid) — jangan berhenti sendiri saat tekanan membaik.
Perhatian
- • Segera ke IGD bila tekanan darah sangat tinggi disertai nyeri dada, sesak berat, bicara pelo, atau lemah sesisi.
Rujukan: WHO Hypertension Fact Sheet · Kemenkes RI — PPK Hipertensi · ISH Global Guidelines
Informasi ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau resep tenaga kesehatan.