Medis
Diabetes Melitus Tipe 2
Gangguan metabolik akibat resistensi insulin dengan kadar gula darah kronik tinggi. Dapat dicegah dan dikendalikan lewat intervensi gaya hidup dini.
Gejala klasik
- Poliuria (sering buang air kecil), polidipsia (mudah haus), polifagia (mudah lapar).
- Berat badan turun tanpa sebab, luka lambat sembuh, kesemutan tangan/kaki, pandangan buram.
Kriteria diagnosis
- Gula darah puasa ≥126 mg/dL, atau gula darah 2 jam pasca-TTGO ≥200 mg/dL.
- HbA1c ≥6,5%, atau gula darah sewaktu ≥200 mg/dL dengan gejala klasik.
- Prediabetes: gula puasa 100–125 mg/dL atau HbA1c 5,7–6,4% — jendela emas pencegahan.
Pilar pengelolaan
- Edukasi, terapi nutrisi medis, aktivitas fisik teratur, terapi farmakologis, dan pemantauan mandiri.
- Target umum HbA1c <7% (individual), tekanan darah <130/80 mmHg, LDL <100 mg/dL.
- Skrining komplikasi rutin: retina, ginjal (albuminuria), dan pemeriksaan kaki diabetik.
Perhatian
- • Gula darah >300 mg/dL disertai napas cepat, mual-muntah, atau penurunan kesadaran adalah kegawatan (ketoasidosis).
Rujukan: PERKENI Konsensus DM Tipe 2 · ADA Standards of Care · IDF Diabetes Atlas
Informasi ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau resep tenaga kesehatan.