Workspace/Ensiklopedia
Ensiklopedia
Medis

Anemia Defisiensi Besi

Kekurangan zat besi menyebabkan produksi hemoglobin menurun. Sangat umum pada remaja putri dan ibu hamil di Indonesia.

Gejala

  • Lemas, mudah lelah, pusing, kulit dan konjungtiva pucat, jantung berdebar, sulit konsentrasi.
  • Kadang muncul keinginan makan benda non-makanan (pica) dan kuku rapuh berbentuk sendok.

Pemeriksaan

  • Hemoglobin, hematokrit, MCV/MCH, ferritin serum, dan saturasi transferin.
  • Cari sumber kehilangan darah: menstruasi berat, perdarahan saluran cerna, cacingan.

Penanganan

  • Suplemen besi oral sesuai anjuran, diminum bersama sumber vitamin C, hindari bersamaan teh/kopi/susu.
  • Perbanyak makanan kaya besi: hati, daging merah, ikan, telur, bayam, kacang-kacangan.
Rujukan: Kemenkes RI — Pedoman Penanggulangan Anemia · WHO Anaemia Guidance

Informasi ini bersifat edukatif dan bukan pengganti diagnosis atau resep tenaga kesehatan.